Amarah
Yang Berkepanjangan
Suara
tangisan derai air mata
Yang
tercurah tiada henti
Dan
membasahi pipih
Saat
engkau murka
Dan
mendatangkan bencana
Sesuka
hatimu
Awalnya
biasa saja,tentram,dan damai
Seperti
sedia kala
Namun
saat-saat itu berubah
Ketika
engkau mengeluarkan
Larva
panasmu
Semuanya
hancur lebur,berantakan
Dan
tersapu bersih tak tersisa
Kami
sadar tak ada lagi
Yang
bisa diperbuat
Hanya
pasrah,menangis
Hanya
itu yang bisa dilakukan
Dan
terus bersabar
Sampai
engkau meredam
Semua
amarahmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar