Selasa, 14 Maret 2017

Agri Pabel Simatupang

Amarah Yang Berkepanjangan

Suara tangisan derai air mata
Yang tercurah tiada henti
Dan membasahi pipih
Saat engkau murka
Dan mendatangkan bencana
Sesuka hatimu

Awalnya biasa saja,tentram,dan damai
Seperti sedia kala
Namun saat-saat itu berubah
Ketika engkau mengeluarkan
Larva panasmu

Semuanya hancur lebur,berantakan
Dan tersapu bersih tak tersisa
Kami sadar tak ada lagi
Yang bisa diperbuat
Hanya pasrah,menangis
Hanya itu yang bisa dilakukan
Dan terus bersabar
Sampai engkau meredam
Semua amarahmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar