Selasa, 14 Maret 2017

Sari Wahyuni

Mana Balas Budimu Untuk Ibu

Kalau kau tersenyum...
Hari-harinya seakan dipenuhi pelangi...
Tawamu adalah semangatnya...
Tangismu adalah deritanya..
Air matamu adalah panah yang menusuk baginya
Ia selalu menginginkan yang terbaik untukmu..
Ia mengorbankan segalanya demi dirimu..
Bahkan nyawanyapun rela diberikan untukmu..
Tapi, apa yang kau lakukan padanya..
Mana balas budimu untuknya..
Setelah kau dewasa.. Kau sukses..
Maka kau lupakan dirinya..
Kau tinggalkan dirinya sendirian dipenuhi dengan kerinduan..
Berselimutkan kesedihan..
Berpakaian kedukaan..
Bukan karena apa-apa..
Hanya karena engkau telah berhasil menikamnya dengan belati durhakamu..
Kau putuskan tali silatu rahim dengannya...
Wahau sahabat..
Basulah air mata ibumu..
Balurlah kesedihannya..
Kencangkan tulang ringkihnya..
Kokohkan badannya yang telah lapuk..
Dan meminta maaflah kepadanya..

Semoga kita bkanlah orang yang merupakan jasa seorang ibu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar